Terkini.id — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dari Fraksi PDIP, Rudy Pieter Goni (RPG) menggelar kegiatan kunjungan Dapil yang diselenggarakan di Hotel Claro Makassar, Jumat 26 Maret 2021.
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yaitu, Kabid BinKesmas Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel Husni Thamrin dan dari Dinas Pendidikan, Sabri
Pada kesempatan itu, Rudy menjelaskan, Kunjungan Dapil atau disingkat Kundapil merupakan kegiatan rutin anggota dewan.
“Kundapil ini berbeda dengan Reses yang tujuannya menyerap aspirasi. Kalau Kundapil tujuannya ke daerah pemilihan untuk mengecek tentang realisasi anggaran tahun sebelumnya,” kata RPG.
Kegiatan itu membahas tentang penggunaan APBD tahun 2020 selama masa pandemi Covid-19 dan dan persiapan dibukanya kembali sekolah.
- Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi Ikuti Pelatihan PAKU Integritas 2026 yang Digelar KPK
- Sulsel Raih WTP, BPK Temukan Persoalan Keuangan Serta Soroti Utang Beban dan Dana Bagi Hasil Rp705 Miliar
- Harga Pupuk Subsidi di Bone Tembus Rp110 Ribu, DPRD Sulsel Soroti Dugaan Permainan Distribusi
- DPRD Sulsel Dalami Polemik Seleksi Paskibraka, Kesbangpol Bantah Tes Bahasa Daerah Jadi Penentu
- Pimpinan DPRD Sulsel Jamu Kajati Sila Pulungan
Pada kesempatan itu, Kabid Dinas Kesehatan Sulsel Moh Husni Thamrin menjelaskan tentang persoalan Covid-19 di Sulsel.
Jumlah kasus Covid-19 di Sulsel mencapai 59 ribu lebih, sedangkan yang aktif mencapai 1712 orang atau sekitar 2,9 persen sedangkan skala nasional 8,4 persen.
Sementara angka kesembuhan 46 ribu lebih atau 95,6 persen sedangkan skala nasional 85 persen. Yang meninggal 900 orang dengan persentase 1,5 persen selaka nasional 2,7 persen, positif rate 1 persen.
Menurutnya, angka kesembuhan di Sulsel terbilang tinggi. Hal itu karena kebijakan Pemprov Sulsel yang menjalankan program duta wisata Covid-19.
“Angka kesembuhan tinggi di Sulsel karena kita mampu memisahkan antara yang sakit dan yang sehat. Yang sakit kita isola di hotel sekaligus berwisata,” ungkap Husni.
Mengenai penggunaan anggaran untuk membiayai hotel yang menjadi tempat wisata covid-19 tahun anggaran 2020 sebesar Rp25 miliar lebih. Untuk katering pagi-malam sebesar Rp17 miliar lebih.
“Kalau dihitung-hitung itu tidak sampai Rp45 miliar. Kalau itu dibagi kepada 14 ribu orang yg sudah dikarantina tidak sampai Rp13 ribu per hari. Ini semua demi menekan penularan,” ujarnya.
Sementata Dari Dinas Pendidikan Sulsel, Sabri mengatakan, sebelum diterapkan kebijakan proses belajar mengajar dengan mode tatap muka. Diharapkan semua guru baik PNS maupun honorer divaksin terlebih dahulu.
“Proses vaksinasi terhadap guru PNS sedang berjalan. Kami berharap vaksinasi juga diberikan kepada guru honorer, karena paling banyak berinteraksi,” harapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
