Terkini.id, Jakarta – Perihal Mahkamah Agung ‘sunat’ hukuman Edhy Prabowo yang mulanya 9 tahun menjadi 5 tahun, membuat, Rudi S Kamri Pengamat Sosial dan Politik turut buka suara.
Hal tersebut disampaikan melalui kanal Youtobe Anak Bangsa, baru-baru ini.
Dalam tanggapannya Rudi S Kamri mengaku bingung mendengar soal masa hukuman Edhy Prabowo dipotong hinga menyebutkan bahwa rakyat Indonesia baru saja menyaksikan dagelanhukum dengan dipotongnya masa tahanan Edhy.
“Degalan hukum baru saja kita saksikan bersama. Sebetulnya saya bingung ini. Kemarin saya mendengar berita, saya bingung ini bener atau tidak, ini hoax atau bukan ini,” ujarnya.
Lanjut “Seorang koruptor, mantan menteri namanya Edhy Prabowo, itu korupsi untuk ekspor lobster itu ya. Menteri KKP, Kelautan dan Perikanan. Kalau gak salah, Menteri ini salah satu pimpinan puncak dari Partai Gerindra dan korupsi nya sekitar Rp 25 miliar lebih,” sambungnya.
- Guntur Romli: Korupsi Seenaknya, Saat Dihukum Eh Hukuman Disunat!
- Hukuman Edhy Prabowo Dipotong, Muslim Arbi: Munarman Juga Harus Dibebaskan
- Tanggapi Hukuman Edhy Prabowo Diperberat Jadi 9 Tahun, Mahfud MD: Kita Dukung MA Tegas Seperti Ini
- Hukuman Mantan Menteri KKP Diperberat, Mahfud MD: Ini Berita Baik
- Edhy Prabowo Minta Bebas Karena Punya Istri Salihah, Netizen: Lebay
Akal sehat rakyat Indonesia, kata Rudi, telah ditampar oleh kenyataan yang disampaikan oleh Juru Bicara MA. Dikutip dari Galamedia. Kamis, 10 Maret 2022.
Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Anak Bangsa (LKAB) ini menilai korting yang didapatkan oleh Edhy tidak main-main.
Rakyat Indonesia Akal Sehat kita ditampar oleh kenyataan yang disampaikan oleh Juru Bicara dari MA bahwa vonis dari koruptor Edhy dikorting. Kortingnya gak main-main,” ucapnya.
Apalagi alasan pemotongan dari MA bakal membuat semua orang terbahak-bahak hingga merobek akal sehat.
“Dan yang paling menggelikan, mungkin semua orang terbahak-bahak, ngelus dada, karena penjelasan atau pertimbangan dari hakim yang terhormat itu merobek-robek akal sehat kita,” jelasnya.
“Pertimbangannya adalah karena yang bersangkutan konon pada saat menjadi Menteri telah bekerja dengan baik. PRET. Ini dagelan bener-bener dagelan,” tambahnya.
Rudi pun masih heran dengan keputusan dari MA sebab Edhy telah merugikan negara sangat besar.
“Ini Mahkamah Agung ini kok seperti ketoprak humor ya? Saya heran ini, saya pikir ini degalan drama, ternyata benar adanya,” terangnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan seorang menteri atau apapun yang mendapatkan fasilitas dari negara memang harus bekerja sesuai dengan tupoksinya.
“Seseorang digaji negara dengan segala kemewahannya, entah itu menteri, entah itu apapun, baik sipil maupun militer, diberikan semua fasilitas oleh negara, ya harus bekerja dong sesuai dengan tupoksinya,” tandasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
