Tak Puas dengan Jawaban Anggota DPRD Soal Pilkades Jeneponto, Dua Perempuan Ngamuk

Terkini.id, Jeneponto – Pasca Pilkades serentak Kabupaten Jeneponto terus diwarnai dengan adanya ketidakpuasan terhadap hasil pemungutan dan penghitungan suara.

Ketidakpuasan calon kepala desa yang kalah itu ditunjukkan dengan menurunkan pendukungnya untuk melakukan aksi unjuk rasa di kantor PMD bahkan sampai dibahas di Komisi I DPRD Jeneponto.

Seperti yang dilakukan massa pendukung Calon Kepala Desa Kalimporo, Kecamatan Bangkala Jeneponto, Senin, 18 November 2019.

Massa pendukung dan panitia serta BPD diperhadapkan di ruang sidang Komisi I DPRD Jeneponto dengan agenda dengar pendapat terkait dugaan kecurangan pada pemungutan dan penghitungan suara di Desa Kalimporo.

Namun, rapat dengar pendapat itu pun tidak memuaskan para pendukung Calon Kepala Desa Kalimporo nomor urut 2, Amiruddin Lewa.

Dari pantauan terkini.id, usai rapat dengar pendapat, dua perempuan paruh baya terlihat emosi di halaman Kantor DPRD Jeneponto.

Dengan nada emosi, kedua perempuan itu berteriak-teriak dengan melontarkan kata-kata yang menyinggung panitia Pilkades Desa Kalimpor dan angggota DPRD Jeneponto.

“Ada juga tadi tiga orang anggota dewan (DPRD) yang bilang, kita ini bukan ranah hukum, bukan kantor polisi, bukan pengadilan, iya kita tahu ini kantor DPRD, bukan untuk menghakimi orang, tapi jangan begitu cara menjawabnya, seperti anak anak SD, kayak tidak ada sekolahnya saja,” kata perempuan yang tidak sempat dikonfirmasi namanya tersebut.

Dia juga mengatakan tidak terima dengan jawaban angggota DPRD Jeneponto yang hadir pada saat rapat dengar pendapat di ruang rapat komisi I.

“Saya tidak terima itu, caranya menjawab, nanti ke PTUN, nanti ke pengadilan, nanti ke polisi, waktumu ji mau dipilih pergi di rakyat, setelah dipilih kamu lupa dengan rakyat,” ujarnya.

Beruntung, pihak kepolisian terus membujuk perempuan itu untuk bersabar dan tidak emosi, sehingga kedua perempuan tersebut keluar dari halaman kantor DPRD Jeneponto menuju mobil yang ditumpanginya.

Komentar

Rekomendasi

Anak Almarhum Ambo Tang Tak Terima Orang Tuanya Disebut Meninggal karena Kelaparan

Ribuan Hektar Tanaman Jagung Terserang Hama, Begini Desakan Komisi II DPRD Jeneponto

Kisah Miris di Jeneponto, Jenazah Digotong dengan Kain Sejauh 10 Km

Sejumlah Ibu Rumah Tangga di Jeneponto Tertipu Investasi Bodong di Medsos

Irup Hari Kesadaran Nasional, Begini Pesan Kapolres Jeneponto

Begini Cara Pencegahan Pungli di Jeneponto

Pemkab Jeneponto Apresiasi Program Kodim 1425 Peduli Penghijauan

Polres Jeneponto Kumpulkan 82 Kepala Desa, Ada Apa?

Ribuan Hektar Tanaman Jagung di Jeneponto Terserang Hama

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar