Terkait Penangkapan Ayahnya, Putri Walikota Bekasi Buka Suara

Terkait Penangkapan Ayahnya, Putri Walikota Bekasi Buka Suara

R
Fitri Wisneti
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Putri dari Rahmat Effendi selaku Walikota non-aktif Kota Bekasi, Ade Puspita Sari mulai angkat bicara mengenai penangkapan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap ayahnya.

Ade mengatakan sejauh ini bahwa tidak ada transaksi suap, ynag dilakukan di rumah dinas tersebut saat KPK membekuk ayahnya.

Unggahan dari akun instagram @infobekasi.coo mendapat perhatian dari warganet baru-baru ini, setelah mengunggah pernyataan dari Ade Puspitasari.

Ade menceritakan situasi saat Ayahnya dibekuk oleh KPK dalam video berdurasi 1.40 menit tersebut.

Ade juga menyanggah, bahwa pada saat itu tidak ada uang sepeser pun yang dibawa bersama Rahmat Effendi saat itu, berbeda dengan apa yang sebelumnya dirilis oleh KPK dalam persnya pada Kamis, 6 Januari 2022.

Baca Juga

“Saksinya banyak, staf yang di rumah itu saksi semua. Bagaimana Pak Wali dijemput di rumah, bagaimana Pak Wali hanya membawa badan. KPK hanya membawa badan Pak Wali, tidak membawa uang sepeser pun,” ungkap Ade, seperti yang dikutip dari Kompas.com pada Minggu, 9 Januari 2022.

Ade juga menuturkan bahwa uang yang disita oleh KPK, merupakan uang hasil pengembangan dari penyelidikan pihak ke tiga, bukan uang yang ada bersama Rahmat Effendi pada saat dilakukan penangkapan.

“Bahwa Pak Wali bersama KPK tidak membawa uang dari pendopo. Uang yang ada di KPK itu uang yang ada di iuaran dari pihak ketiga, dari Kepala Dinas, dari Camat. Itu pengembangan, tidak ada OTT,” jelas Ade.

Menurut Ade, terdapat suatu h yang janggal atas penangkapan ayahnya. Ia juga mengatakan bahwa ada yang sengaja melakukan hal ini untuk menjerumuskan ayahnya kepada kasus korupsi.

Ia juga mengira bahwa tujuan dari hal ini adalah untuk membunuh karakter Rahmat Effendi dan juga partai Golkar.

“Memang ini pembunuhan karakter, memang ini kuning (Golkar) sedang diincar. Kita tahu sama tahu siapa yang mengincar ini. Tapi nanti di 2024, jika kuning koalisi dengan oranye, matilah yang warna lain,” imbuhnya.

Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Ade membenarkan pernyataannya yang sedang viral di media sosial tersebut.

Menurutnya juga, dari kasus ini dapat diambil pelajaran dan menambah motivasi bagi kader-kader partai golkar lainnya.

“Bahwa yang saya sampaikan adalah motivasi dan suplementasi kepada kader, agar tidak terusik oleh bisingnya gerakan destruktif terhadap kader Golkar Kota Bekasi,” kata Ade.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.