Makassar Terkini
Masuk

Ferdy Sambo Ngaku Khilaf, Warganet Singgung Soal Bawa Bolpen Orang

Terkini.id, Jakarta- Mantan Kadiv Propam Polri sekaligus tersangka pembunuhan Brigadir J Ferdy Sambo menyurati jajaran Polri untuk meminta maaf. 

Surat permintaan maaf tersebut disampaikan lantaran telah menyeret sejumlah anggota Polri dalam kasus pembunuhan Brigadir J

Melalui suratnya, Ferdy Sambo mengaku sebagai seorang manusia yang tidak lepas dari khilaf. 

Sontak permintaan maaf Ferdy Sambo membuat geram warganet dan menjadi ramai diperbincangkan di media sosial. 

Salah seorang warganet bernama akun Amelia Martira atau @irasjafii turut geram dan mengomentar Ferdy Sambo atas surat permintaan maafnya. 

Akun Amelia Martira mengomentari Ferdy Sambo melalui akun Twitternya yang diunggah pada Jumat 12 Agustus 2022. 

Mulanya, akun Amelia meminta izin untuk menyatakan komentarnya atas permintaan maaf dan alasan Ferdy Sambo melalui suratnya terkait kasus Brigadir J

Akun Amelia lantas menyebut bahwa Ferdy Sambo melindungi marwah keluarga namun menggunakan tangan anak buah. 

“Izinkan sy berkata spt ini: melindungi marwah keluarga, tapi pakai tangan anak buah,” tulis akun Amelia. 

Akun Amelia menambahkan, Ferdy Sambo menyeret sampai puluhan orang sehingga terkena pelanggaran etik. 

“Nyeret-nyeret orang lain sampai puluhan orang kena kasus etik,” imbuhnya. 

Menurut akun Amelia, tindakan Ferdy Sambo yang menyeret puluhan anggota Polri tidak mungkin sebuah tindakan yang khilaf. 

“Yang kek gini ga mungkin khilaf-lah,” ujarnya. 

Akun Amelia lantas menjelaskan sekaligus mencontohkan bahwa yang dikatakan khilaf itu seperti membawa bolpen orang. 

“Khilaf itu abis visit pasien, ngebawa bolpen orang,” jelasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ditemukan respons dari pihak Ferdy Sambo maupun aparat kepolisian terkait postingan akun Amelia itu.

(Twitter/irasjafii)

Dikutip dari CNN Indonesia, surat permintaan maaf Ferdy Sambo dibacakan kuasa hukumnya Arman Hanis di Jalan Saguling III, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Kamis 11 Agustus 2022. 

Melalui surat itu, Ferdy Sambo mengaku telah berbohong menyampaikan informasi yang tidak benar kepada publik atas kasus kematian Brigadir J

Ferdy Sambo menyampaikan permintaan maaf sebagai manusia yang tidak lepas dari khilaf. 

“Izinkan saya sebagai manusia yang tidak lepas dari kekhilafan secara tulus meminta maaf dan memohon maaf sebesar-besarnya, khususnya kepada rekan sejawat Polri beserta keluarga serta masyarakat luas yang terdampak akibat perbuatan saya, yang memberikan informasi yang tidak benar serat memicu polemik dalam pusaran kasus yang menimpa saya dan keluarga,” kata Ferdy Sambo dalam surat tersebut.

Sambo berjanji dirinya akan patuh pada proses hukum yang menjeratnya.

Mantan Kadiv Propam Polri itu menegaskan dirinya akan bertanggung jawab atas perbuatannya hingga ke pengadilan nanti.

“Saya akan patuh pada setiap proses hukum saat ini yang sedang berjalan dan nantinya di pengadilan akan saya pertanggungjawaban,” katanya.

Sambo mengaku dirinya hanya berniat menjaga dan melindungi keluarganya.

“Saya adalah kepala keluarga dan murni niat saya untuk menjaga dan melindungi marwah dan kehormatan keluarga yang sangat saya cintai,” ucapnya.

Ferdy Sambo juga meminta maaf kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Ia meminta maaf karena telah menyampaikan informasi bohong yang membuat Polri kehilangan kepercayaan publik.