Terkini.id, Makassar – Pada Hari Kebudayaan yang diperingati pada 1 April 2022, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengampanyekan pencegahan korupsi.
Pemerintah kota dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tak boleh menutup mata dan telinga terhadap segala bentuk indikasi korupsi.
Menghadapi korupsi yang tak henti menggerogoti, kedua institusi tersebut harus menawarkan terobosan berarti. Pasalnya, tak cukup hanya dengan komitmen semata.
Pada pertemuan bersama KPK, Danny, sapaanya, menuturkan pencapaian Kota Makassar belum mengembirakan dalam pencegahan korupsi.
Sejumlah indikator pencegahan pun belum berjalan maksimal.
- Perayaan Hari Kebudayaan Ditunda, Pemkot Imbau Masyarakat Tetap Pakai Baju Adat
- Makassar Tetap Helat Hari Kebudayaan di Tengah Wabah Corona, Ini Jaminannya
- Perayaan Hari Kebudayaan Kota Makassar Butuh Dana Hingga Rp1,5 Miliar
- Apresiasi Hari Kebudayaan, Gubernur Nurdin Dorong Lahirnya Perda
- Pegawai Dinas Penanaman Modal Ramaikan Hari Kebudayaan Dengan Busana Adat
“MCP (Monitoring Centre for Prevention) kita belum maksimal, kemarin sudah naik dari 48 ke 60 sekian, tapi tetap sebagai ibu kota provinsi harus nomor satu,” ujar Danny Pomanto, Jumat, 1 April 2022.
Kedua, Surpei Penilaian Integritas lingkup Pemerintah Kota Makassar masih buruk. Masih banyak terjadi pungutan liar di hampir semua lini.
“Jadi betul hipotesis saya waktu kemarin kampanye bahwa ada kehancuran birokrat yang luar biasa dampaknya sampai sekarang,” sebutnya.
Danny berjanji tahun ini akan melakukan perbaikan secara total melalui perbaikan tata kelola pemerintahan.
“Kemarin (waktu) Rakorsus saya bilang sudah mulai akselerasi. Intinya itu resetting belum total, karena baru dapat jawaban Dukcapil tiga hari lalu bahwa sudah ada penetapan. Ini baru kita segera mengadakan resetting,” tuturnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
