Herry Wirawan ke Istri saat Dicurigai soal Santri Melahirkan: Itu Urusan Saya Suami, Ibu Ngurus Rumah dan Anak-Anak

Terkini.id, Jakarta – Istri Herry terdakwa kasus pemerkosaan belasan santriwati, Herry Wirawan disebut sudah pernah mencurigai bahwa bayi yang dilahirkan korban adalah anak suaminya.

Akan tetapi, ketika ditanya, Henry Wirawan justru menjawab bahwa itu adalah urusannya sebagai suami.

Sang istri diminta untuk tak ikut campur dan berfokus mengurus rumah serta anak-anak.

Baca Juga: Mia Amiati Sebut Kasus Bos SPI Beda dengan Perkara Herry...

Hal ini disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Asep N Mulyana usai sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bandung pada Kamis, 30 Desember 2021.

Asep mengatakan bahwa istri Herry Wirawan memang penah memergoki terdakwa melakukan tindakan tak pantas terhadap korban.

Baca Juga: Herry Wirawan Divonis Mati, Hakim Pengadilan Tinggi Bandung: Bukan Balas...

“Jadi begini, ketika ada perasaan seorang perempuan ya, ada kemudian curiga dan perasaan yang tidak enak di hatinya ketika tadi sama pelaku, pelaku itu menjawab ‘Itu urusan saya suami, ibu ngurus rumah dan ngurus anak-anak, selesai’,” ucap Asep, dilansir dari Kompas.

Menurut Asep, istri terdakwa juga ikut mengurus anak yang dilahirkan oleh para korban.

Namun, menurutnya, sang istri tak bisa melakukan apa-apa lantaran terdakwa telah mencuci otaknya.

Baca Juga: Herry Wirawan Divonis Mati, Hakim Pengadilan Tinggi Bandung: Bukan Balas...

“Jadi begini, karena kondisi yang otak dibekukan tadi sehingga dia pun akhirnya nurut termasuk ketika disuruh oleh pelaku itu untuk mengurus anak yang sebenarnya dilahirkan dari akibat perbuatan pelaku,” jelasnya.

Asep mengungkapkan bahwa terdakwa juga melakukan ancaman psikis kepada istri dan korbannya.

Hal ini pun berdampak secara psikologis, khususnya bagi sang istri yang saat itu tengah dalam kondisi hamil besar.

“Si pelaku ini juga termasuk melakukan hal itu (ancaman psikis) terhadap sepupunya. Sepupu istrinya, sepupu si terdakwa sendiri dan itu dilakukan pada saat si istri pelaku dalam kondisi hamil besar,” katanya.

Akibat perbuatan Herry Wirawan, istri korban  pun mengalami trauma yang mendalam.

“Kondisi tertekan dan trauma itu pasti ada,” ujar Asep.

“Ini kejahatan yang luar biasa dan tentu pemberantasannya harus luar biasa,” sambungnya.

Seperti diketahui, Herry Wirawan adalah terdakwa perkosaan terhadap 13 santriwati.

Fakta persidangan menyebutkan bahwa terdakwa memperkosa korban di gedung Yayasan KS, pesantren TM, pesantren MH, basecamp, Apartemen TS Bandung, Hotel A, Hotel PP, Hotel BB, Hotel N, dan Hotel R.

Disebutkan bahwa terdakwa melakukan perbuatan bejadnya selama lima tahun, yakni sejak tahun 2016 sampai 2021. 

Bagikan