Mantan Ketua GMNI Enrekang Apresiasi Penyaluran BST Kemensos RI di Sulsel

Terkini.id, Sulsel – PT Pos Regional X Sulawesi Maluku mencatat penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) gelombang II mencapai 85 persen untuk wilayah 24 kabupaten/kota se Sulawesi Selatan sudah sesuai target waktu dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Terkait hal tersebut, Mantan Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indoensia (GMNI) Cabang Enrekang, Ibrahim Yusman mengemukakan, penyaluran BST gelombang ke II terdiri dari enam bulan, terhitung sejak Juli hingga Desember 2020 lalu dengan nilai Rp300 ribu per bulan.

Sementara pada gelombang ke II, kata Ibrahim, disalurkan untuk tiga bulan yakni Juli, Agustus dan September.

Sehingga, kata Ibrahim, setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berhak menerima 900 ribu rupiah pada penyaluran periode pertama ini.

Mungkin Anda menyukai ini:

“Berdasarkan target pusat, kami diberi waktu untuk penyaluran dan dimulai sejak 18 Agustus lalu di luar dari wilayah cluster III untuk wilayah terpencil. Ini targetnya hingga 30 September,” ujarnya, Selasa 23 Februari 2021.

Baca Juga: PT Pos Enrekang Salurkan Bantuan Sosial Tunai dari Kemensos Kepada...

Keterlambatan penyaluran tersebut, kata Ibrahim, terjadi karena adanya tambahan jangka waktu penyaluran (susulan), yang sebelumnya BST ini hanya untuk dua bulan, kemudian Kementerian Sosial menambah satu bulan menjadi tiga bulan. 

“Ini yang membuat kami harus berulang menyalurkan, seperti di beberapa daerah Makassar, kita harus kembali salurkan lagi untuk satu bulan susulan oleh Kemensos. Jadi tim kembali kumpulkan KPM, dan ini butuh waktu,” jelasnya.

Adapun persentase penyaluran BST Gelombang ke II di masing-masing kantor cabang PT Pos yang tersebar di Sulawesi Selatan yakni Pos Makassar 93,62 persen, Parepare 92,39 persen, Palopo 87,34 persen, Bulukumba 88,23 persen dan Watampone 64,87 persen.

Baca Juga: PT Pos Parepare: Penyaluran BST dari Kemensos Sudah 95 Persen

“Jika ini dirata-ratakan maka capaian kami baru 85,29 persen. Sekarang kami tetap bergerak melakukan penyaluran. Meski memang kerja dua kali karena adanya penyaluran susulan satu bulan itu,” tutupnya.

Bagikan