Makassar Terkini
Masuk

Punya Karir Cemerlang, Ainur Rohman Sindir Ferdy Sambo: Pembalikan Nasib yang Drastis

Terkini.id, Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan Eks Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tewasnya Brigadir J.

Alasan penetapan tersangka itu, kata Kapolri, lantaran Ferdy Sambo diduga terlibat terkait dengan pembunuhan terhadap Brigadir J.

Kapolri mengatakan Ferdy Sambo diduga memerintahkan agar Bharada E melakukan penembakan terhadap Brigadir J.

“Tim khsusus menemukan bahwa peristiwa yang terjadi adalah peristiwa penembakan terhadap saudara J yang menyebabkan J meninggal dunia yang dilakukan oleh saudara RE atas perintah saudara FS,” jelas Kapolri Sebagaimana Dilihat Live Streaming Tv One, Selasa 9 Agustus 2022.

Menanggapi itu, Wartawan muda Ainur Rohman turut berkomentar di akun Twitter pribadinya @ainurrohman menyebutkan Ferdy Sambo yang mengalami pembalikan nasib setelah sejauh ini memiliki karir yang cemerlang.

“Ferdy Sambo punya karier cemerlang. Masih 49 thn, bintang 2 termuda di Polri. Dia naik cepat dgn mengungkap kasus2 besar spt Djoko Tjandra dan kebakaran gedung Kejagung. Skrng kena pasal 340 (pembunuhan berencana) dgn hukuman maksimal mati. Pembalikan nasib yg sungguh drastis,” Tulinya, Seperti dikutip di akun Twitter Pribadinya @ainurrohman, Selasa, 9 Agustus 2022.

Cuitan Ainur Rohman sindir Ferdy Sambo yang alami pembalikan nasib yang drastis. (Twitter @ainurrohman)

Secara singkat diketahui, Irjen Pol Ferdy Sambo adalah lulusan Akpol pada tahun 1994 dengan keahlian di bidang reserse dengan jabatan terakhir yaitu Dirtipidum Bareskrim Polri.

Kemudian Irjen Pol Ferdy Sambo menjabat sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kadiv Propam Polri) sejak 16 November 2020.

Kini Ferdy Sambo harus dinonaktifkan pada tanggal 18 Juli 2022 dan dimutasi pada tanggal 4 Agustus 2022 berdasarkan Surat Telegram Nomor 1628/VIII/Kep/2022.

Penting diketahui, kasus ini yang tadinya dilaporkan sebagai peristiwa tembak-menembak menjadi peristiwa pembunuhan setelah Bharada E mengubah kesaksiannya dan mengajukan diri sebagai justice collaborator kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Dalam kasus ini, Polri juga memeriksa 25 anggota Polri karena melanggar prosedur penanganan olah tempat kejadian perkara (TKP), empat di antaranya di amankan di tempat khusus di Mako Brimob untuk pemeriksaan intensif, salah satunya Irjen Pol. Ferdy Sambo, mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada komentar dari pihak Ferdy Sambo atas komentar sindiran tersebut.