Tangani Bencana Banjir, Dandim 1425 Jeneponto Kerahkan 30 Prajurit

Dandim 1425 Jeneponto
Simulasi bencana banjir digelar Kodim 1425 Jenponto

Terkini.id, Jeneponto – Sebanyak 30 prajurit Kodim 1425 Jeneponto terlibat dalam simulasi penanggulangan bencana banjir yang dilaksanakan KSR PMI Makassar, Rabu, 7 Agustus 2019.

Simulasi yang melibatkan melibatkan sekitar 80 orang personil terdiri dari unsur PMI, BPBD, Kodim 1425, Polres, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Tagana, berlangsung di Dusun Balangloe Desa. Balangloe Tarowang Kecamatan Tarowang Kabupaten Jeneponto.

“30 angggota yang kita libatkan dalam simulasi penanggulangan bencana banjir yang dilaksanakan KSR PMI Makassar, 50 personil dari PMI, Polres,BPBD,Dinas Kesehatan, Tagana dan Satpol PP,” kata Dandim 1425 Jeneponto Letkol Inf Irfan Amir.

Menurutnya, simulasi seperti ini sangat penting dilakukan karena kita tidak akan tahu kapan bencana akan terjadi, kita harus tetap siaga.

“Kita harus selalu siap siaga, jadi tujuan simulasi ini sebaga langkah antisipasi dalam penanggulangan bencana alam, Kita harus membawa ‘go bag’, atau biasa disebut tas siaga,” ucapnya.

Baca juga:

Simulasi itu disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Jeneponto Paris Yasir, Kasdim 1425 Mayor Inf Arfad A. Maudjik, Kasi Intel Kejaksaan Muh. Nasran, Danramil 1425-05/Batang Kapten Inf Abd. Hakim, Kapolsek Batang Iptu Kaharuddin, Camat Tarowang Abd. Rahman Nara, Kades Altar Budi Ashar, Ketua PMI Sulsel Andi Samsir.

Simulasi penanggulangan bencana banjir yang dipimpin oleh kepala Markas PMI Makassar, Faisal Burhanuddin berlangsung sampai pukul 11.35 WITA.

Komentar

Rekomendasi

Dandim 1425 Kerahkan Personelnya Ikut Rapid Test, Hasilnya Semua Negatif

Kejari Gandeng Humas Pemkab Jeneponto Gelar Pelatihan Kehumasan

Gegara Masker, Bupati Jeneponto Tegur Kadis Perhubungan

Kodim Jeneponto Kembali Bedah Rumah Warga Miskin di Dua Lokasi ini

Aktivis Minta Penegak Hukum Proses Oknum Dokter yang Diduga Malpraktek di RS Bantaeng

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar