Aktivis Kritik Pakaian Dinas DPRD Sulsel yang Mahal dan Bermerek Luar Negeri

DPRD
Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel. (Foto: istimewa)

Terkini.id, Makassar – Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel M Jabir mengaku menyiapkan pakaian dinas dan pin emas kepada anggota dewan terpilih pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

M Jabir mengatakan, anggaran pembuatan pakaian dan pin emas sebesar Rp 2,3 miliar untuk 85 anggota dewan yang terpilih periode 2019-2024.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Lingkar Advokasi Mahasiswa (LAW) Periode 2016/2017 Universitas Hasanuddin, Muhammad Amri Murad, menyebut kebijakan tersebut tak merepresentasikan rakyat Sulsel secara garis besar. Terkhusus, kata dia, kepada kelas menengah ke bawah.

“Ini bisa berdampak pada kesenjangan komunikasi khususnya kepada kelompok rakyat menengah ke bawah. Dari kesenjangan komunikasi itu bisa jadi menyebabkan kesalahpahaman membuat kebijakan,” kata Amri saat dimintai keterangan, Kamis, 13 Juni 2019.

Senada dengan itu, Isak Pasa’buan, Alumni Fisip Unsa Makassar mengatakan, seharusnya uang itu digunakan untuk kepentingan rakyat sebab itu adalah uang rakyat.

“Karena pemimpin itu tidak dilihat dari seberapa bagus penampilanya tetapi dilihat dari sejauh mana kebijakanya bermanfaat bagi orang banyak,” kata Isak.

Menanggapi perihal pakaian dengan merek luar negeri, Isak mengaku tak menemukan keberpihakan anggota DPRD terhadap kearifan lokal. Anggota DPRD, kata dia, seharusnya mencontohkan kecintaan terhadap produk lokal.

“Seperti sutra sengkang, tenunan toraja dan lain-lain. Tanggung jawab kita sebagai warga negara yang baik harus bangga menggunakan produk-produk indonesia,” paparnya.

Tanggapan Ketua BEM Sastra Unhas

Terpisah, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sastra Unhas Periode 2014/2015 Slamet Riadi mengaku, muak dengan pelbagai berita politik membuat semakin tak waras sebagai sebuah bangsa.

“Belum lekang di ingatan soal bagaimana peliknya pemilu kemarin. Sekarang, kita malah disuguhkan berita tentang rencana anggota DPRD Sulsel yang menggunakan pakaian merek luar negeri dan tiga pin emas untuk membahas nasib rakyat sulsel,” ungkapnya.

Alumnus Antropologi UGM tersebut lantas mempertanyakan relevansi antara pembahasan nasib rakyat dengan pakaian dan pin tersebut.

Jika dilihat lebih jauh lagi, kata dia, justru laku konsumtif tersebut mengarah pada tindakan yang jauh dari esensi kerja anggota dewan.

“Singkatnya, saya tidak menemukan tindakan yang mencerminkan laku politik kerakyatan di sana, di gedung rakyat itu,” tutupnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Sulsel

Kadis Kehutanan Sulsel Dapat Rapor Merah

Terkini.id -- Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah menyebut, Kepala Dinas (Kadis) Kehutanan Provinsi Sulsel, Muhammad Tamzil layak mendapat rapor merah.Sebab saat Nurdin Abdullah melakukan
Sulsel

Wakil Gubernur Sulsel Pimpin Rakor Evaluasi SAKIP

Terkini.id -- Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka pelaksanaan evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) dan Reformasi