‘Cuci Tangan’ Usai Sebar Hoaks Brigadir J Menembak, Benny Ngaku Kutip Kapolres, Fahmi Ngaku Cuma Bikin Rilis Pers

‘Cuci Tangan’ Usai Sebar Hoaks Brigadir J Menembak, Benny Ngaku Kutip Kapolres, Fahmi Ngaku Cuma Bikin Rilis Pers

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Dua tokoh terkait kepolisian yakni Benny Mamoto selaku Ketua Harian Kompolnas, dan Fahmi Alamsyah selaku Penasihat Kapolri, menjadi bulan-bulanan di media sosial terkait kasus kematian Brigadir J.

Seperti diketahui, informasi terkait kejadian tembak menembak antara Brigadir J atau Josua Hutabarat dengan Bharada E di kediaman Irjen Pol Ferdy Sambo, sebelumnya banyak disampaikan oleh Benny Mamoto.

Sementara, Fahmi yang bertugas membuatkan pointer-pointer keterangan pers terkait aksi tembak-menembak itu atas permintaan Irjen Pol Ferdy Sambo. Belakangan, diketahui cerita tembak-menembak tersebut adalah hoaks.

Kapolri, Jenderal Listyo Sigit menegaskan, tidak terjadi adegan tembak menembak. Yang terjadi adalah Brigadir J ditembak hingga tewas, lalu Ferdy Sambo menggunakan senjata Brigadir J dan ditembakkan ke dinding untuk merekayasa kejadian menjadi seolah-oleh terjadi baku tembak.

Fahmi Alamsyah sendiri, setelah rilis pers Kapolri, memilih mundur sebagai penasihat Kapolri Jenderal Listyo Sigit. Fahmi pun resmi sudah mengirimkan surat pengunduran diri ke Tim Penasihat Kapolri dan juga ke Kapolri.

Baca Juga

Di media sosial, Fahmi bahkan dituduh ikut membuat skenario tembak-menembak itu.

Melansir dari kumparan, Fahmi mengaku cuma membuatkan pointer rilis pers.

“Mana mungkin saya bisa mengatur seorang reserse yang sudah 25 tahun bertugas sebagai polisi,” beber Fahmi.

Fahmi mengungkapkan, saat peristiwa itu terjadi dia memang dikontak Irjen Ferdy Sambo. Dia hanya diminta bantuan menyusun pointers untuk keterangan ke pers. “Lebihnya saya tidak tahu menahu,” tegas dia.

Fahmi mengaku mundur sebagai bentuk pertanggungjawaban moral. Pengangkatan Fahmi Alamsyah sebagai Penasihat Ahli Kapolri tertuang dalam surat keputusan Kapolri Nomor KEP/117/I/2020. Surat itu ditandatangani pada masa Kapolri Jenderal Idham Aziz pada 21 Januari 2020.

Fahmi Alamsyah ditunjuk sebagai  Penasihat Ahli Kapolri bidang Komunikasi Publik. Bersama Fahmi, terdapat 16 nama lainnya seperti eks Ketua Agus Rahardjo, sebagai Penasihat Ahli Kapolri bidang Penanganan Korupsi; Adi Indrayanto, Penasihat Ahli Kapolri bidang Informasi Teknologi; hingga Indriyanto Seno Adji, Penasihat Ahli Kapolri bidang Hukum.

Benny Mamoto Ngaku Kutip Pernyataan Kapolres

Sementara itu, Benny Mamoto, mengungkapkan, apa yang ia sampaikan terkait tembak-menembak, itu sesuai dengan ucapan yang dikatakan oleh Kombes Budhi Herdi Susianto, Kapolres Jaksel.

“Contoh, saya di-bully habis-habisan gara-gara mengutip pernyataan Kapolres Jaksel. Kan saya cek ke sana, ada kendala atau tidak, ya itu yang saya terapkan,” ujar Benny Mamoto, dikutip dari cnnindonesia.com, Rabu 10 Agustus 2022.

Benny Mamoto selaku Ketua Kompolnas meminta kepada masyarakat agar tidak membully dirinya terkait kasus pembunuhan Brigadir J.

Ia juga berharap agar publik bersabar untuk menunggu proses hukum yang sedang berjalan dalam kasus ini.

“Pembuktian sementara berjalan, kita tunggu lah, sabar lah, karena kita sedang bekerja keras,” ucap Benny Mamoto.

Sebagai informasi, pada awal kasus Brigadir J diungkap ke publik, Benny Mamoto menyatakan bahwa tewasnya Brigadir J karena Brigadir J telah melakukan pelecehan seksual terhadap istri Ferdy Sambo.

Pada saat itu, Benny Mamoto juga menegaskan dia telah turun ke lapangan dan mengecek bukti yang ada.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.