Masuk

Disebut Koperasi Syariah 212 Terima Dana ACT, KH Muhyiddin Junaidi Kaget: Saya Sangat Terkejut

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Polisi sebut Koperasi Syariah 212 terima dana ACT senilai Rp 10 M. Mendengar kabar tersebut, KH Muhyiddin Junaidi seketika kaget. Ia mengaku sangat terkejut, Rabu 27 Juli 2022.

Anggota Dewan Pengawas Syariah Koperasi Syariah (KS) 212, KH Muhyiddin Junaidi mengaku terkejut soal pernyataan Polisi. Polri menyampaikan Koperasi Syariah 212 memperoleh aliran dana Boeing dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) sebesar Rp 10 miliar.

“Saya sangat terkejut membaca berita tersebut dan langsung minta klarifikasi kepada pimpinan KS 212. Sejauh yang kami ketahui bahwa KS 212 itu sangat mandiri dalam mengelola keuangannya,” sebut Muhyiddin kepada wartawan dikutip dari detikNews, Selasa 26 Juli 2022.

Baca Juga: Mayoritas Dana ACT Disebut untuk Beli Villa, Warganet Sebut Kelakuan ACT Lebih Dari Iblis

Muhyiddin menyebut toko atau outlet Koperasi Syariah 212 itu dipegang oleh pribadi. Ada juga beberapa toko yang berdiri dari dana urunan.

“Secara umum kepemilikan toko atau outlet dibidangi oleh pribadi atau perseorangan. Ada sebagian yang memang dana urunan dari share holders atau mudhorib,” ujarnya.

Muhyiddin menyampaikan dia sebagai anggota Dewas Koperasi Syariah 212 tak pernah dilibatkan dalam keuangan koperasi. Kata dia, Dewas hanya mengetahui progres soal tantangan di lapangan.

Baca Juga: Polri Sebut Ketua Umum Koperasi Syariah 212 Akui Terima Dana Sebesar Rp 10 Miliar

“Saya tak pernah dilibatkan tentang masalah keuangan koperasi dan sebagainya. Kecuali progres KS 212 dan tantangan yang dihadapi dalam bersaing di lapangan. Fokus kami pada aspek syariah compliance saja, kami sudah minta kepada pimpinan KS 212 agar segera membuat klarifikasi ke publik supaya tak terjadi kesalahpahaman. Adapun masalah permodalan hanya diketahui oleh para pengurus KS 212,” terangnya.

Diketahui sebelumnya, Bareskrim Polri mendapati Yayasan ACT memakai dana donasi dari Boeing tak sesuai dengan peruntukan senilai Rp 34 miliar. Bareskrim memaparkan peruntukan dana yang diselewengkan itu.

“Perlu kami sampaikan, apa saja yang digunakan tidak sesuai peruntukannya, di antaranya adalah: adanya pengadaan armada (rice) truk kurang lebih Rp 10 miliar, kemudian untuk program big food bus kurang lebih Rp 2,8 miliar, kemudian pembangunan pesantren peradaban Tasikmalaya kurang lebih Rp 8,7 miliar,” jelas Wadir Tipideksus Bareskrim Polri Kombes Helfi Assegaf dalam jumpa pers di Mabes Polri, Senin 25 Juli 2022.

Bareskrim Polri menegaskan Koperasi Syariah 212 menerima kurang lebih Rp 10 miliar dari dan ACT yang tak sesuai peruntukkan tersebut.

Baca Juga: Ruhut Sitompul: Kadrun Pada Sewot, Para Tersangka ATC Ditahan

“Selanjutnya, untuk koperasi syariah 212 kurang lebih Rp 10 miliar, kemudian untuk dana talangan CV CUN Rp 3 miliar, selanjutnya kemudian dana talangan untuk PT MBGS Rp 7,8 miliar sehingga total semuanya Rp 34.573.069.200,00 (miliar),” pungkasnya.