Gudang dalam Kota Hendak Disegel Pemkot, Perusahaan Ekspedisi Melawan

gudang dalam kota
Gudang dalam Kota Hendak Disegel Pemkot, Perusahaan Ekspedisi Melawan

Terkini.id, Makassar – Dari lima perusahaan ekspedisi yang telah direncanakan, Pemerintah Kota Makassar hanya mampu menyegel tiga perusahaan di Kecamatan Tallo, Makassar.

Pasalnya, melihat kedatangan pemerintah, pihak perusahaan ekspedisi tak tinggal diam dan melakukan perlawanan. Keadaan sempat memanas tak tejadi saling dorong sehingga penindakan mengalami keterlambatan.

“Jadi rencana lima hari ini tapi karena mengambil waktu tadi yang pertama. Kedua juga anggota saya lihat juga sudah sempoyongan karena insiden tadi itu,” kata Kepala Bidang Penertiban dan Keamanan Satpol PP, Pagar Alam.

Pemerintah Kota Makassar pernah melakukan tindakan serupa namun gagal total lantaran dihadang ratusan pengurus asosiasi ekspedisi.

“Kali ini berhasil diredam oleh tim gabungan dari kepolisian dan Satpol PP Kota Makassar,” kata dia.

Sebelumnya, ia menjelaskan bahwa pihaknya menemukan ratusan gudang yang beroperasi di Kecamatan Tallo.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar, Andi Muhammad Yasir mengatakan ada tiga perusahaan yang disegel dan dicabut izinnya, yaitu CV Meteor Trans, CV Cahaya Majang Raya, dan Gudang Mahameru.

Pemerintah kota melakukan penyegelan lantaran mereka melanggar peraturan perizinan.

Yasir menjelaskan jika izin dari tiga perusahaan ini yang tercatat adalah izin kantor administrasi. Namun fakta di lapangan terjadi bongkar muat di lokasi tersebut.

“Mereka izinnya kantor administrasi, ternyata di situ dilakukan bongkar muat. Ini jelas melanggar,” kata dia, Kamis 14 November 2019.

Selain itu, Yasir mengatakan penyegelan ini sebagai jawaban terhadap keluhan masyarakat terkait adanya gudang dalam kota.

Masyarakat, kata dia, yang merasa terancam berlalu lintas di wilayah tersebut menginginkan gudang bermasalah tersebut ditutup.

“Ini jawaban ke masyarakat yang sudah dua kali lakukan demo di kantor camat. Karena masyarakat sudah merasa terancam dengan kegiatan bongkar muat yang ada di jalan besar ini,” ungkap Yasir.

Yasir juga menegaskan jika upayanya menyegel gudang tidak berakhir sampai di sini. Ia berjanji, ke depan bakal ada dua belas gudang dalam kota dan perusahaan ekspedisi yang disegel.

Namun, Yasir enggan merinci waktu penindakan tersebut.

“Ini bukan yang terakhir kalinya. Tetap kami akan melakukan penyegelan yang tidak sesuai dengan regulasi yang ada. Selanjutnya 12 lagi, ada gudang, ada ekspedisi,” ungkapnya.

Terkait proses penyegelan yang terbilang lama dari penindakan sebelumnya, Yasir mengatakan, surat melakukan penutupan tidak bersifat kolektif.

“Satu objek satu SK penutupan supaya memenuhi legal standing. Kenapa juga harus ekspedisi dulu, ya karena SK-nya lebih dulu keluar,” tutup Yasir.

Berita Terkait
Komentar
Terkini