Kejari Jeneponto Tetapkan 3 Nama Sebagai Tersangka Dugaan Korupsi RSUD Latopas

Korupsi Jeneponto
RSUD Lanto Daeng Pasewang Kabupaten Jeneponto

Terkini.id, Jeneponto – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto mengumumkan tersangka dalam dugaan korupsi Makan dan Minum (Mamin) tahun 2013, di RSUD Lanto Daeng Pasewang (Latopas).

Menurut Kasi Pidsus Kejari Jeneponto, Saut Mulatua, ada tiga orang yang jadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi Mamin di RSUD Lanto Daeng Pasewang tahu 2013.

“Ketiga tersangka yakni inisial Hj. S, H.S, dan K, ketiganya telah ditetapkan tersangka sejak Juni lalu,” kata Saut Mulatua kepada awak media Kamis, 18 Juli 2019.

Kasus dugaan korupsi Mamin, kata Saut, dalam tahap pelengkapan berkas dan kembali memeriksa sejumlah saksi.

“Masing-masing tersangka sudah dipanggil kembali,” jelasnya

Saut yang enggan menyebut nama lengkap ketiga tersangka mengungkapkan bahwa kerugian negara akibat korupsi tersangka sementara ini masih dalam perhitungan.

“Sementara terhitung kerugian negara Rp 800 juta dan masih memungkinkan untuk bertambah,” ungkapnya.

Katua PPPI apresiasi Kejari Jeneponto

Dengan diumumkannya tersangka kasus dugaan korupsi Mamin RSUD Lanto Daeng Pasewang oleh Kejari Jeneponto, Ketua Parlemen Pemuda Indonesia (PPI), Alim Bahri, mengapresiasi langkah Kejari Jeneponto yang senantiasa berkomitmen tinggi dengan upaya penegakan dan penindakan kasus korupsi di Jeneponto.

“Kami sangat mengapresiasi kinerja Kejari Jeneponto yang sudah menetapkan tersangka walaupun prosesnya cukup lamban dan lama, namun Kejari tetap memperlihatkan sebuah semangat kepastian hukum. Dalam rangka mendorong tercapainya pemerintahan yang bersih dari korupsi di Jeneponto,” kata Alim Bahri.

Alim Bahri berharap dengan ditetapkannya tiga orang tersangka, Kejari segera melakukan penahanan.

“Kalau sudah ditetapkan tersangka seharusnya Kejari melakukan penahanan untuk memudahkan tindakan selanjutnya,” harapnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini