Lalai Teken SK Guru Kontrak, Mantan Pj Rudy Buat Dua Ribu Guru Kontrak di Makassar Menderita

Lalai Teken SK Guru Kontrak, Mantan Pj Rudy Buat Dua Ribu Guru Kontrak di Makassar Menderita

K
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Kendati tak lagi menjabat sebagai Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin masih menyisakan tanggung jawab yang belum rampung. 

Akibat kelalaian meneken SK guru kontrak, dua ribu guru tenaga kontrak harus menanggung dampaknya tak menerima gaji pada bulan Januari dan Februari 2021.

Plt Kepala Disdik Kota Makassar, Nielma Palamba mengatakan pihaknya akan menemui Pj Rudy untuk meminta menandatangani SK guru kontrak.

“Dalam waktu dekat kami akan temui lagi, semoga kami bisa diterima dengan baik,” kata Nielma, Kamis, 6 Mei 2021.

Untuk gaji di bulan Mei, Nielma memperkirakan jika pencairan paling lambat Jumat, 7 Mei 2021.

Baca Juga

“Semoga paling lambat Jumat besok sudah masuk ke rekening masing-masing. Semoga juga sudah lebaran bisa masuk. Kalau bukan Januari-Februari, mungkin yang bulan Juni bisa kita bayarkan,” jelasnya.

Terkait unjuk rasa yang dilakukan guru kontrak pada Rabu, 5 Mei 2021, Nielma menyebut sudah mengundang guru kontrak tersebut untuk melakukan pertemuan di Dinas Pendidikan Makassar.

“Kemarin itu saya sendiri yang minta mereka datang agar bisa mendengar penjelasan kenapa gaji mereka tertunda. Jadi bukan unjuk rasa, tapi cuma dengar pendapat, cuma karena jumlahnya banyak jadi kesannya seperti itu,” katanya.

Nielma juga menepis adanya ancaman pencabutan SK bagi guru honorer yang ikut melakukan unjuk rasa di Dinas Pendidikan kemarin.

“Tidak benar itu, saya sudah dapat infonya beredar di WA. Saya tegaskan itu tidak benar, mana mungkin kami mau sanksi, padahal saya sendiri yang undang. Mereka juga ini bukan orang luar, mereka kan bagian dinas pendidikan juga,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan adanya masalah validasi data. Sebab dari 2 ribu data tenaga kontrak, sudah ada yang lolos menjadi PPPK dan CPNS.

“Totalnya 200 lebih. Itu yang divalidkan kembali. Mereka itu baru mendapat SK bulan Maret. Jadi mereka sudah dapat SK bulan Maret tidak lapor ke kami,” jelasnya

“Sehingga ini yang dirapikan lagi dulu datanya. Itu yang bikin lambat, jadi setelah di data ulang, jumlah guru kontrak itu ada 1.999,” lanjutnya kemudian.

Ia pun berharap agar guru kontrak tetap semangat meski menghadapi situasi seperti ini.

“Kita masih di suasana Hardiknas, berharap guru kontrak tetap semangat. Kami tidak akan tinggal diam, kami memikirkan apa yang menjadi hak guru kontrak. Saya bersama BKD berupaya mempercepat SK yang masih tertunda,” tutupnya

Sementara itu, Wali kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan jika pihaknya hanya bisa mempertanggungjawabkan gaji di bulan Maret dan April.

“Kalau Januari-Februari ini tidak ada dasarnya, karena ini bukan SK bayar, tapi SK status pengangkatannya, dan itu di zamannya mantan Pj wali kota,” jelasnya

“Jadi saya cuma bisa pertanggungjawabkan untuk bulan Maret-April saja, dan saya juga sudah minta agar gaji bulan Mei untuk segera dicairkan,” tutupnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.