Terkini.id, Jakarta – Mantan anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Natalius Pigai mengingatkan kader PDIP untuk tak keluar dari partainya demi menjadi Calon Presiden (Capres).
Pasalnya, menurut Natalius Pigai, kader yang keluar karena bermasalah dengan PDIP akan tamat karier politiknya.
“Sekedar ingatkan memo yang tersimpan. Siapapun Kader yang dikeluarkan/keluar karena masalah dengan PDIP karier politik tenggelam,” kata Natalius Pigai pada Sabtu, 11 Desember 2021.
Ia menyebutkan beberapa contoh, seperti Suryadi, Roy BB Janis, Laksamana Sukardi, Kwik Kian Gie, Rustriningsih, dll.
“Jangan karena mau Capres keluar dari PDIP. Karier bisa tamat!” katanya.
- Ahli Ekonomi dan Pegiat HAM Bicara Soal Privilege Kaesang Sebagai Anak Presiden
- Sindir Bekas Kantornya, Natalius Pigai: Komnas HAM Tidak Dipercaya Publik
- Soal Kasus Brigadir J, Natalius Pigai: Komnas HAM Kalah Cepat Dari Polisi
- Sindiran Pedas Natalius Pigai: Pengurus NU Sekarang Aneh!
- Natalius Pigai Sebut Kapolri Profesional Soal Ferdy Sambo Dinonaktifkan, Warganet: Terserah Situ Lah Pig
Ditelurusi Terkini.id di kolom komentar, pernyataan Natalius Pigai ini mengundang bermacam netizen.
Ada netizen yang menduga-duga bahwa Natalius Pigai menyindir Gubernur Jawa Tengah dan kader PDIP, Ganjar Pranowo.
“Kayaknya nyindir Pak Ganjar Pranowo,” kata @sumardimarj***.
Sebagaimana diketahui, Ganjar Pranowo memang merupakan salah satu sosok yang disebut-sebut berpotensi menjadi Calon Presiden 2024.
Namun, langkah Ganjar Pranowo dinilai tak direstui oleh PDIP yang diprediksi akan mencalonkan Ketua DPR, Puan Maharani.
Salah satu yang berpendapat demikian adalah pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga beberapa waktu yang lalu.
Ketika itu, Jamiluddin Ritonga menyoroti soal Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP PDIP, Bambang Wuryanto yang terang-terangan menyatakan ketidaksukaan pada Ganjar Pranowo yang dinilai terlalu ambisius menajdi Capres.
“Bambang Wuryanto terlihat makin menyudutkan Ganjar Pranowo,” ujarnya pada Rabu, 26 Mei 2021, dilansir dari Tribun.
Jamiluddin pun menilai bahwa Bambang Wuryanto berani melakukan tindakan itu tampaknya bukan atas inisiatif sendiri.
Ia melihat ada indikas bahwa serangan tajam Bambang Wuryanto atas restu Ketua DPP PDIP Puan Maharani.
Bahkan, menurutnya, langkah Puan Maharani ini nampaknya juga direstui oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Oleh sebab itu, Jamiluddin Ritonga memperkirakan bahwa kader-kader PDIP akan semakin menyerang Ganjar Pranowo.
“Kalau Ganjar mundur, maka niat mengantarkan Puan untuk nyapres akan terbuka luas. Rencana tersebut tampaknya sudah disiapkan sejak lama,” kata Jamiluddin.
“Karena itu, tidak boleh ada kader lain yang menjadi penghalang. Siapa pun penghalangnya, termasuk Ganjar tentu akan dilucuti,” sambungnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
