Terkini.id, Jakarta – Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu menceritakan respons anaknya yang sedang kuliah di Sydney terkait perang antara Palestina dan Israel.
Said Didu mengaku bahwa anaknya menangis dan merasa tak berguna karena tak bisa membantu anak-anak Palestina. Ia pun merasa bangga dengan sikap anaknya tersebut.
“Saya telponan dengan anak saya yang sedang kuliah di Sydney. Dia menangis dan merasa tidak berguna sama sekali karena tidak bisa membantu anak-anak palestina yang tiap hari dibantai oleh Israel. Saya bangga padamu Nak,” kata Said Didu melalui akun Twitter-nya pada Minggu, 16 Maret 2021.
Bukan hanya itu, Said Didu mengatakan bahwa anaknya rela kiamat datang jika itu berarti pembantaian terhadap rakyat Palestina berakhir.
“Bahkan anak saya katakan, kalau memang benar kepercayaan bahwa kalau Palestina kembali merdeka dan berjaya, artinya kiamat sudah dekat – dia rela kiamatpun datang asal pembantaian rakyat dan anak-anak Palestina oleh Israel berhenti,” katanya.
- Kabar Rencana PPN Naik Jadi 12 Persen Tahun 2025, Said Didu: Pemerasan Rakyat
- Pemerintahan Jokowi Habiskan Rp 2.778 Triliun Bangun Tol Hingga Bandara, Said Didu: Ini Kebohongan Publik
- Said Didu Sorot Permintaan Jokowi ke China Terkait IKN hingga Singgung Kereta Cepat
- Kritik Subsidi Mobil Listrik, Said Didu Berikan Contoh Alur Merampok Rakyat Melalui Kebijakan
- Stafsus Kemenkeu Disemprot Said Didu Usai Bahas Dana Pajak
Cerita Said Didu ini lantas mendapat respons beragam, termasuk sindiran dan cibiran dari netizen.

“Saran buat Pak Didu. Anaknya kuliahin di palestina aja. Jadi klo mau bantu lebih cepat geraknya,” kata Rudiayoki.
“Seharusnya suruh dia ikut berperang kesana, itu lebih elegan. Stop kuliah,” kata CintaDamai8585.
Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean bahkan ikut berkomentar bahwa ia setuku jika anao Said Didu dikirim ke Palestina
“Betul itu, setuju saya!” balas Ferdinand ke komentar CintaDamai8585.
Ada pula netizen yang menyinggung kejadian soal kejadian-kejadian di dalam negeri, misalnya empag petani di Poso yamg diduga dipenggal oleh anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT).
“Anaknya nangis gak pa saat petani dipenggal kepalanya, sekolah dibakar, anak sekolah, guru dibunuh?? Gak usah jauh-jauh ke palestina. Di sekitar kita aja dulu, ada simpatinya gak,” kata Rosequ7.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
