Terkini.id, Jakarta – Analisa mengenai kasus kerangkeng manusia di Langkat terus berjalan. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta masyarakat bersabar terkait kelengkapan hasil investigasi temuan kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin-Angin.
Komnas HAM saat ini sedang melakukan investiasi dengan meminta keterangan Terbit Rencana terkait kerangkeng itu.
“Tunggu laporan terakhir Komnas HAM karena itu akan mengejutkan banyak pihak,” kata Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam dikutip dari laman Republika pada Senin, 7 Februari 2022.
Anam menyatakan, pemeriksaan terhadap Terbit Rencana sangat penting dilakukan guna mendalami dugaan adanya perbudakan manusia.
Selanjutnya, Komnas HAM akan menguji seluruh temuan serta keterangan Bupati Terbit Rencana kepada para ahli, termasuk ahli tindak pidana perdagangan orang (TPPO) hingga ahli perbudakan modern.
- Ihwal Kerusuhan Aksi Mahasiswa, KOPEL Desak Komnas HAM Bentuk Tim Pencari Fakta
- Keluarga Korban Penembakan di Papua Desak Komnas HAM Turun Tangan
- Warga yang Laporkan Vale ke Komnas HAM Dinilai Tak Mewakili Warga Sorowako, Ketua KWAS Angkat Bicara
- Ferdy Sambo Divonis Pidana Mati, Komnas HAM: Kejahatan yang Serius!
- Pernyataan Mahfud MD Dikecam Oleh Koalisi Masyarakat Sipil
Langkah setelahnya, Komnas HAM akan mengeluarkan rekomendasi dan kesimpulan hasil investigasi tersebut.
Anam mengungkapkan, terdapat fakta mengejutkan dari hasil temuan Komnas HAM bahwa kerangkeng manusia itu sudah berada di rumah Bupati Langkat selama 12 tahun dari tahun 2010 hingga ditemukan pada 2022 ini.
Tak hanya itu, dia melanjutkan bahwa saat ini Komnas HAM sedang mendalami adanya dugaan bahwa para stakeholder sebenarnya telah mengetahui namun membiarkan kondisi adanya kerangkeng manusia tersebut.
“Semua orang yang ditanya, baik yang jauh atau dekat serta dokumen memang bilang itu tempat rehabilitasi. Tapi kalo ada soal pembinaan dan lain-lain ya itu soal lainlah,” katanya.
Namun Komnas HAM tidak mengelak adanya tindak kekerasan yang terjadi hingga berakibat pada kematian.
Anam mengungkapkan, pihaknya sudah mencatat ada tiga kematian akibat kekerasan di lokasi tersebut.
“Kalau sekarang tiga korban nyawa, tapi itu akan kami dalami lagi karena berpotensi akan bertambah,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
