Ernes Prakasa Usul Sanksi Bupati Langkat: Dikerangkeng Berdua Sama Yayan Ruhian, Biar Ususnya Lurus

Ernes Prakasa Usul Sanksi Bupati Langkat: Dikerangkeng Berdua Sama Yayan Ruhian, Biar Ususnya Lurus

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Aktor film Ernest Prakasa ikut menanggapi keras penemuan kerangkeng manusia di rumah Bupati nonaktif Langkat, Terbit Rencana Perangin-Angin.

Seperti diketahui, kerangkeng yang dipakai untuk menahan sejumlah pekerja sawit, ditemukan di rumah Bupati Langkat, Terbit Rencana Peranging-Anin setelah dia ditangkap KPK atas kasus korupsi.

Ernest Prakasa pun turut merasa kaget. Dia pikir aksi kerangkeng manusia cuma ada di film. Ternyata ada yang menjadi kenyataan.

“Di rumah bupati ada kerangkeng berisi manusia. Andai ini hanya adegan film,” tulis Ernest di media sosialnya.

Dia pun menyinggung sutradara film Ben dan Jody, Angga Sasongko. “Woi @anggasasonfgo adegan kerangkeng manusia di Ben & Jody kenapa kejadian beneran???????” Tulis Ernest.

Baca Juga

Dia pun kemudian mengusulkan agar sebaiknya Pak Bupati disanksi dikerangkeng bersama Yayan Ruhiyan, aktor laga Indonesia yang jago beladiri silat.

“Hukuman paling asik buat Pak Bupati: dikerangkeng berdua sama Yayan Ruhian. Sehari sih cukup kayanya buat bikin ususnya lurus,” tulis Ernest lagi.

Seperti diketahui, Penangkapan Bupati nonaktif Langkat Terbit Rencana Perangin-Angin oleh KPK berujung pada penemuan kerangkeng manusia di rumahnya.

Setelah terjerat kasus korupsi, Terbit Rencana Perangin-Angin kini juga terancam pidana karena diduga melakukan eksploitasi orang usai ditemukan kerangkeng manusia di kediamannya.

Kerangkeng manusia ini disebut digunakan untuk ‘memenjarakan’ pekerja kebun kelapa sawit milik Terbit Rencana Perangin-Angin.

Mereka yang dikurung dilaporkan mengalami perbudakan karena tidak mendapat gaji saat bekerja, serta mendapat perlakuan kurang manusiawi hingga ada penganiyaan.

Video RekomendasiTerbit Rencana Perangin-Angin mengeklaim kerangkeng manusia itu merupakan sel untuk membina pelaku penyalahgunaan narkoba.

Meski begitu, Polisi menyebut kerangkeng manusia yang dimaksud belum memiliki izin. BNN juga menegaskan kerangkeng di rumah Terbit Rencana Perangin-Angin tidak bisa disebut sebagai tempat rehabilitasi.

Persoalan mengenai kerangkeng manusia ini berawal saat Terbit Rencana Perangin-Angin terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Selasa 18 Januari 2022.

KPK menggagalkan transaksi uang suap dari pihak kontraktor yang dijanjikan memenangkan tender proyek Pemkab Langkat oleh Terbit Perangin-Angin.

OTT dilakukan di sebuah kedai kopi di mana transaksi suap awalnya diberikan lewat perantara Terbit Rencana Perangin-Angin. Saat KPK hendak menangkap politikus Golkar itu di kediamannya, Terbit sempat kabur.

Namun, Terbit Rencana Perangin-Angin akhirnya menyerahkan diri keesokan harinya.

Terbit Rencana Perangin-Angin bersama 5 orang lainnya, termasuk sang kakak, ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap proyek pekerjaan infrastruktur di lingkungan Pemkab Langkat.

Saat ini Terbit Rencana Perangin-Angin sudah ditahan, dan tengah menjalani proses penyidikan di KPK.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.