Terkini.id – Pengacara Bharada E, Ronny Talapessy mengungkap pengakuan terbaru kliennya dimana dia melihat Putri Candrawathi menangis dan Ferdy Sambo marah saat kejadian Brigadir J dieksekusi.
Kuasa Hukum Bharada E itu juga mengungkapkan bahwa kliennya tersebut mengaku tak diberitahukan alasan mengapa dia harus mengeksekusi Brigadir J.
Menurut pengakuan Bharada E, kata Ronny, kliennya itu melihat orang-orang yang terlibat dalam pembunuhan berencana berkumpul di sebuah ruangan di lantai 3 rumah dinas Ferdy Sambo.
Bharada E alias Richard Eliezer pun kemudian dipanggil paling akhir untuk masuk ke dalam ruangan tersebut.
Adapun pertemuan itu, menurut Ronny, adalah rapat rahasia untuk menyusun skenario pembunuhan. Setelah melakukan eksekusi, Bharada E kembali ke ruangan dan mendapati Putri dan Ferdy Sambo membicarakan tentang Brigadir J.
- Perlindungan Dicabut LPSK Gegara Wawancara TV, Bisakah Richard Eliezer Ajukan Permohonan Kembali?
- Usai Perlindungan Dicabut LPSK, Polri Pastikan Kondisi Richard Eliezer Sehat dan Aman
- LPSK Hentikan Perlindungan Kepada Bharada E, Ini Alasannya
- Jika Berkelakuan Baik, Richard Eliezer Disebut Bisa Bebas Lebih Cepat
- Bharada E Sudah Berstatus Warga Binaan Lapas Salemba, Tapi Kenapa Dikembalikan ke Rutan Bareskrim?
“Jadi memang ada proses waktu di lantai 3, ketika klien saya (Bharada E) dipanggil ke dalam suatu ruangan meeting, ruangan rapat bahwa ternyata memang sudah ada Ibu PC ini membicarakan mengenai tentang almarhum Yosua,” ujar Ronny Talapessy, seperti dikutip Terkini.id dari Suara.com, Senin 22 Agustus 2022.
Dalam rapat tersebut, lanjut Ronny, Bharada E tidak berbicara sama sekali. Namun, kliennye itu melihat Putri Candrawathi menangis. Sementara Ferdy Sambo terlihat marah.
Ronny pun mengungkapkan bahwa Bharada E juga tidak memperinci apa yang membuat Ferdy Sambo marah dan Putri Candrawathi menangis.
“Klien saya menyampaikan bahwa waktu kejadian itu Ibu PC dalam keadaan menangis. Kemudian Bapak FS ini dalam keadaan marah. Nanti detailnya, ini kan nanti menjadi pembelaan di pengadilan,” ungkap Ronny Talapessy.
“Jadi perlu saya sampaikan klien saya tidak berbicara tetapi klien saya melihat bahwa ibu PC itu ada di ruangan lantai 3. Jadi pertemuannya itu Ibu PC, Pak FS, kemudian ada saudara RR. Yang terakhir dipanggil adalah Bharada ini, yang panggil itu saudara RR,” sambungnya.
Pihaknya pun menegaskan bahwa kliennya yakni Bharada E tidak tahu sama sekali terkait motif atau alasan dirinya diperintah Ferdy Sambo untuk mengeksekusi Brigadir J.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
