Makassar Terkini
Masuk

LPSK Akui Diberikan Amplop Cokelat Oleh Staf Irjen Ferdy Sambo: Titipan Bapak

Terkini.id, Jakarta – Edwin Partogi Pasaribu selaku Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) bercerita soal petugasnya yang diberikan amplop cokelat oleh staf Irjen Ferdy Sambo.

Edwin Partogi Pasaribu mengatakan dua orang stafnya berkunjung ke kantor Propam untuk membicarakan soal permohonan perlindungan Bharada E dan istrinya, Putri Candrawathi.

Pada saat salah satu petugas LPSK sedang shalat dan yang satu masih menunggu di kantor Propam, ada seorang staf Irjen Ferdy Sambo menghampiri petugas LPSK yang sedang dalam kondisi sendirian ini.

“Setelah pertemuan dengan Irjen Ferdy Sambo dan jeda menunggu kedatangan Bharada E, salah satu Petugas LPSK menunaikan salat di Masjid Mabes Polri sehingga hanya ada satu orang petugas LPSK yang menunggu di ruang tunggu tamu kantor Kadiv Propam,” ujar Edwin Partogi Pasaribu, dikutip dari detikcom, Jumat 12 Agustus 2022.

Selanjutnya seseorang yang diduga staf Irjen Ferdy Sambo memberikan amplop cokelat kepada petugas LPSK yang sedang menunggu sendirian di Kantor Propam.

Staf Irjen Ferdy Sambo yang memakai baju hitam bergaris abu-abu itu menyampaikan amplop cokelat dengan kalimat titipan bapak.

“Menyampaikan titipan atau pesanan ‘Bapak’ untuk dibagi berdua di antara petugas LPSK. Staf tersebut menyodorkan sebuah map yang di dalamnya terdapat 2 amplop cokelat dengan ketebalan masing-masing 1 cm,” kata Edwin Partogi Pasaribu.

Reaksi petugas LPSK saat itu adalah langsung mengembalikan amplop cokelat tersebut kepada orang yang diduga staf Irjen Ferdy Sambo.

“Petugas LPSK tidak menerima titipan atau pesanan tersebut dan menyampaikan kepada staf tersebut untuk dikembalikan saja,” tegas Edwin Partogi Pasaribu.

Sebagai informasi, pada 14 Juli 2022, istri Irjen Ferdy Sambo memohon perlindungan kepada LPSK atas laporan dugaan telah terjadi pelecehan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J kepada dirinya.

Sampai saat ini status Putri Candrawathi masih sebagai pemohon perlindungan LPSK. 

Menurut LPSK, Putri Candrawathi tidak bersikap kooperatif ketika diperiksa oleh petugas LPSK. Karena sikap yang sulit untuk dimintai keterangannya, proses asesmen Putri Candrawathi diberhentikan.

Keputusan apakah LPSK akan memberikan perlindungan kepada Putri Candrawathi akan diumumkan pada Senin 15 Agustus 2022.