Terkini.id, Jakarta – Hingga saat ini misteri dari kematian Brigadir J masih menyisahkan tanda tanya di muka umum.
Fakta terbaru dari kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, CCTV kompleks yang berpusat di pos satpam sempat disabotase oleh pihak kepolisian.
Dikutip dari Tribun Jakarta, decoder dari CCTV tersebut diganti oleh pihak kepolisian tanpa izin dari pengurus lingkungan setempat.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua RT 5 RW 1, Seno Sukarto mengatakan bahwa penggantian decoder CCTV tersebut baru diketahui setelah dirinya bertanya kepada satpam yang bertugas di malam kejadian.
Seno menjelaskan, decoder CCTV yang diganti berada di sekitar Rumah Dinas Ferdy Sambo pada Sabtu 9 Juli 2022.
- Soal Kasus Pembunuhan Brigadir J, MA Terima Berkas Kasasi Ferdy Sambo Cs
- Kalah Banding, Bagaimana Nasib Para Anak Buah Ferdy Sambo?
- Kuat Maruf Ajukan Hukum Kasasi Setelah Banding Ditolak Atas Vonis 15 Tahun Penjara
- Permohonan Banding Ditolak Pengadilan Tinggi Jakarta, Ferdy Sambo Tetap Dihukum Mati
- Hentikan Perlindungan ke Richard, Ketua LPSK: Kami Sedih, Eliezer Nangis, Pengawal Juga Nangis
“Maksudnya itu bukan CCTV dari rumah Pak Sambo tapi CCTV alatnya (decoder) yang di pos. Hari Sabtu digantinya,”ujarnya, dikutip dari Tribunnews.com pada Jumat 15 Juli 2022.
Lebih lanjut Seno menjelaskan bahwa decoder CCTV yang diganti oleh polisi ada yang berseragam dan ada yang tidak berseragam.
Setelah pernyataan dari Seno tersebut beredar, dan dimuat dalam beberapa artikel sontak saja hastag Misteri Baku Tembak trending di Twitter pada Kamis 14 Juli 2022.
Sebanyak 4439 tweet menggunakan hastag tersebut. Salah satunya cuitan akun @BelvyHaddad “#MisteriBakuTembak POLISI TEMBAK POLISI YANG MATI DULUAN CCTV broow”.
Cuitan akun @AkunRecehPeduli, “Ayo Semangat! ! Bikin lebih heboh lagi skenarionya. #MisteriBakuTembak”.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
