Masuk

Kamaruddin Simanjuntak Ingin JPU Dikarantina Dari Dorongan Amplop

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Pengacara Brigadir J alias Brigadir Yoshua menilai Jaksa Penuntut Umum (JPU) harus dikarantina agar tidak mendapatkan intervensi dari pihak yang tidak berkepentingan dalam kasus pembunuhan Brigadir J yang dilakukan Ferdy Sambo.

Dalam jumpa wartawan pada Kamis 29 September 2022, ide Kamaruddin Simanjuntak yang ingin JPU dikarantina merupakan bentuk pencegahan agar para penegak hukum terhindar dari sogokan.

“Itu sudah benar, jadi jaksanya misalnya dikarantina. Istilahnya supaya terbebas dari virus-virus ‘doa’, mohon maaf ini ‘doa’ dalam tanda petik, ya, ini dorongan amplop maksudnya,” ujar Kamaruddin Simanjuntak, dikutip dari suara.com jaringan terkini.id, Jumat 30 September 2022.

Baca Juga: Kuat Ma’ruf Ungkap Ferdy Sambo Sobek Kertas Berita Acara Interogasi di Provos

Selain karantina, Kamaruddin Simanjuntak menginginkan agar selama proses persidangan berlangsung, JPU ditempatkan di safe house.

“Memang betul kalau bisa JPU ini diamankan supaya steril,” kata Kamaruddin Simanjuntak.

Selanjutnya, Kamaruddin Simanjuntak mengapresiasi seluruh masyarakat Indonesia yang sudah setia mengawal kasus pembunuhan Brigadir J.

Baca Juga: Viral! Wanita Ini Ngaku Ingin Jadi Istri Ferdy Sambo: Love You Pak

Dengan adanya kasus seperti pembunuhan Brigadir J ini, Kamaruddin Simanjuntak berharap Indonesia akan terbebas dari mafia hukum.

“Supaya Indonesia terbebas dari para praktik-praktik mafia karena sekarang ini mafia-mafia itu telah mencengkeram pejabat-pejabat kita antarlembaga negara,” tutur Kamaruddin Simanjuntak.

Sebagai informasi, Fadil Zumhana selaku Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung mengumumkan bahwa kasus pembunuhan Brigadir J dan seluruh berkas mengenai obstruction of justice yang diprakarsai oleh Ferdy Sambo telah P21.

“Persyaratan formal dan materil telah terpenuhi,” ucap Jaksa Agung Fadil Zumhana.

Baca Juga: Orang Tua Bharada E: Pak Sambo Harus Bertanggung Jawab, Jangan Dikorbankan Anak Saya

Oleh karena itu, kasus pembunuhan Brigadir J yang dilakukan oleh Ferdy Sambo dan komplotannya saat ini tinggal menunggu kapan jadwal persidangan akan digelar.

Sebagai informasi, Tim Khusus buatan Kapolri Listyo Sigit telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Lima tersangka yang dimaksud yakni Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada E alias Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf.

Seluruh tersangka akan dikenakan Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pembunuhan Berencana.

Lima orang tersangka ini akan memperoleh ancaman maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara selama-lamanya 20 tahun.